Dalam upaya memperkuat pemahaman serta penyelarasan sejarah Galunggung sebagai bagian penting dari warisan budaya daerah, telah dilaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DISPORABUDPAR) Kota Tasikmalaya pada Senin, 26 Januari 2026 pukul 14.00 WIB.
Rapat ini bertujuan untuk melakukan diskusi dan penyelarasan informasi sejarah terkait Galunggung, sekaligus menjadi langkah awal dalam proses penciptaan karya kreatif inovatif bertema “Galunggung Ahung” yang diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus pelestarian budaya.
Peserta Rapat
Kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri oleh beberapa pihak yang memiliki peran penting dalam bidang kebudayaan, yaitu:
- 5 orang panitia kegiatan
- 1 orang budayawan
- 1 orang Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan
- 1 orang Kepala Seksi (Kasi) Kesenian
Kehadiran budayawan serta pihak dari DISPORABUDPAR memberikan banyak masukan penting terkait aspek sejarah, nilai budaya, serta potensi pengembangan karya kreatif berbasis kearifan lokal.
Pembahasan Utama
Dalam rapat tersebut, beberapa poin penting yang menjadi fokus pembahasan antara lain:
- Penyelarasan informasi sejarah Galunggung agar memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara budaya dan sejarah.
- Pengembangan konsep karya kreatif “Galunggung Ahung” sebagai bentuk inovasi dalam mengangkat nilai budaya lokal.
- Kolaborasi antara budayawan, panitia, dan pemerintah daerah dalam mendukung proses kreatif dan pelestarian budaya.
- Pemanfaatan karya kreatif sebagai media edukasi budaya, khususnya bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah dan identitas daerahnya.
Diskusi berlangsung dengan penuh semangat dan menghasilkan berbagai gagasan konstruktif yang dapat menjadi dasar dalam pengembangan karya kreatif yang akan dibuat.
Harapan dari Kegiatan
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan tercipta kesamaan pemahaman mengenai sejarah Galunggung serta terbentuknya sinergi yang kuat antara masyarakat, budayawan, dan pemerintah daerah.
Selain itu, karya kreatif “Galunggung Ahung” diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi budaya yang tidak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan budaya Tasikmalaya kepada masyarakat yang lebih luas.
Dengan adanya kolaborasi yang baik, diharapkan berbagai kegiatan budaya yang berkaitan dengan sejarah Galunggung dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi mendatang.

